kali ini, saya akan berbagi tentang hukum meletakkan
Al-Qur'an.
1. Hukum Meletakkan AlQuran di Tanah/Lantai menurut
Syaikh Utsaimin & Bin Baz + Hukum Menghormati
Mushaf AlQuran oleh Imam Nawawy dalam Kitab Tibyan …
Hukum meletakkan AlQuran di Lantai (1)
Jawaban Syaikh Utsaimin
مما لا شك فيه
أن القرآن كلام الله
عز وجل تكلم به
سبحانه وتعالى ونزل به
جبريل الأمين على قلب
رسول الله صلى الله
عليه وسلم وأنه يجب
على المسلم احترامه وتعظيمه
ولهذا لا يجوز للمسلم
أن يمس القرآن إلا
وهو طاهر من الحدثين
الأصغر والأكبر ولا يجوز
أن يوضع القرآن في
مكان يكون فيه إهانة
له وأما وضع القرآن
على الأرض أثناء السجود
للمصلى فلا بأس بذلك
لأنه ليس فيه إهانة
لكنه يجب أن يبعد
عن ما يقرب من
القدمين بمعنى أنه لا
ينبغي بل لا يجوز
أن يضعه الإنسان عند
قدمه وهو قائم مثلا
وإنما يجعله بين يديه
أو قدام موضع سجوده
كذلك أيضا لا يجوز
أن يوضع بين النعال
كما لو كان الناس
يضعون نعالهم في مكان
فيأتي هذا الإنسان ويضعه
بين النعال فإن هذا
لا يجوز لأنه إهانة
للقرآن الكريم.
Terjemah bebas : Tidak diragukan lagi bahwa AlQuran
adalah kalamullah azza wajalla dimana Allah SWT berkalam dan menurunkannya
melalui Jibril AS kepada rasulullah SAW dan bahwasanya wajib atas umat Islam
untuk menghormati dan mengagungkannya. Karena itu maka tidak boleh bagi umat
Islam untuk memegang AlQuran kecuali dia telah suci dari hadats kecil apalagi
dari hadats besar. Tidak diperbolehkan juga untuk meletakkan AlQuran di tempat
yang menyebabkan kehinaan padanya. Sedangkan meletakkan AlQuran ketika sujud
(sedang sholat) maka tidak mengapa, sebab hal itu bukan bentuk penghinaan. Akan
tetapi wajib bagi dia untuk menjauhkan agar pelewat dari AlQuran yang
diletakkan di lantai tsb. Bahkan tidak boleh seorang menempatkan AlQuran
dikakinya sedangkan dia berdiri, seharusnya dia letakkan didepannya atau
didepan tempat sujudnya. Demikian juga tidak boleh untuk meletakkan AlQuran
ditempat sandal yang biasanya orang orang meletakkan sandalnya disitu. Sebab
hal ini merupakan bentuk dari penghinaan kepada AlQuran. Sumber : disini
Hukum meletakkan AlQuran di Lantai (2)
Jawaban Syaikh bin Baz :
وضعه على محل مرتفع
أفضل مثل الكرسي أو
الرف في الجدار ونحو
ذلك مما يكون مرفوعاً
به عن الأرض، وإن
وضعه على الأرض للحاجة
لا لقصد الامتهان على
أرض طاهرة بسبب الحاجة
لذلك ككونه يصلي وليس
عنده محل مرتفع أو
أراد السجود للتلاوة فلا
حرج في ذلك إن
شاء الله، ولا أعلم
بأساً في ذلك، لكنه
إذا وضعه على كرسي
أو على وسادة ونحو
ذلك أو في رف
كان ذلك أحوط، فقد
ثبت عنه صلى الله
عليه وسلم عندما طلب
التوراة لمراجعتها بسبب إنكار اليهود
حد الرجم طلب التوراة
وطلب كرسياً ووضعت التوراة
عليه وأمر من يراجع
التوراة حتى وجدوا الآية
الدالة على الرجم وعلى
كذب اليهود. فإذا كانت
التوراة يشرع وضعها على
كرسي لما فيها من
كلام الله سبحانه، فالقرآن
أولى بأن يوضع على
الكرسي؛ لأنه أفضل من
التوراة. والخلاصة أن وضع القرآن
على محل مرتفع ككرسي،
أو بشت مجموع ملفوف
يوضع فوقه، أو رف
في جدار أو فرجة
هو الأولى والذي ينبغي،
وفيه رفع للقرآن وتعظيم
له واحترام لكلام الله،
ولا نعلم دليلاً يمنع
من وضع القرآن فوق
الأرض الطاهرة الطيبة عند
الحاجة لذلك
Terjemah bebas : Lebih utama untuk meletakkan di tempat yang
tinggi seperti di atas kursi, rak yang menempel di dinding, atau yang
semisalnya dari tempat yang tinggi di atas tanah/lantai. Karena meletakannya di
atas tanah yang bersih untuk suatu keperluan tanpa bermaksud menghinanya
semisal ketika sholat lalu dia meletakkanya letakkan dilantai dan bukan
ditempat yang tinggi atau karena dia ingin sujud tilawah maka hal tsb
insyaAllah tidak mengapa. Namun lebih amannya adalah meletakkan AlQuran di atas
kursi, bantalan atau semacamnya atau diatas rak. Sesungguhnya telah tercatat
bahwa ketika Rasulullah SAW meminta seorang Yahudi untuk mendatangkan taurat
untuk direview karena para Yahudi mengingkari hukum rajam maka beliau meminta
agar taurat itu diletakkan di atas kursi dan memerintahkan yahudi tsb untuk
mereviewnya hingga akhirnya ketemu ayat yang menunjukkan kewajiban rajam dan
yang sekaligus menunjukkan kebohongan yahudi tersebut. Jadi bila taurat saja
disyariatkan untuk diletakkan diatas kursi karena disana ada kalamullah SWT
maka Al-Quran tentu lebih utama lagi untuk diletakkan diatas kursi karena
AlQuran lebih utama dari Taurat. Kesimpulannya : meletakkan AlQuran di tempat
yang tinggi seperti kursi, atau di atas rak di dinding atau di celah dinding
tersebut, maka hal tsb lebih utama dan sudah semestinya dilakukan karena
meninggikan (letak) AlQuran tsb menunjukkan pengagungan dan penghormatan kepada
kalamullah SWT. Dan saya tidak mengetahui dalil yang melarang untuk meletakkan
AlQuran diatas tanah yang bersih dan baik bila memang ada kebutuhan.
Sumber : disini
Kewajiban Umum untuk Menghormati AlQuran
Imam Nawawy dalam Tibyan fii Adab Hamalatil Quran bab
Adab Terhadap AlQuran dan Menghormati Mushaf :
فصل: أجمع المسلمون على
وجوب صيانة المصحف واحترامه
قال أصحابنا وغيره: ولو
ألقاه مسلم في القاذورة
والعياذ بالله تعالى صار
الملقي كافرا قالوا ويحرم
توسده بل توسد آحاد
كتب العلم حرام ،
ويستحب أن يقوم للمصحف
إذا قدم عليه ،
لأن القيام مستحب للفضلاء
من العلماء والأخيار ،
فالمصحف أولى ، وقد
قررت دلائل استحباب القيام
في الجزء الذي جمعته
فيه ، وروينا في
مسند الدرامي باسناد صحيح
عن ابن أبي مليكة
(أن عكرمة بن أبي
جهل رضي الله عنه
كان يضع المصحف على
وجهه ، ويقول: كتاب
ربي كتاب ربي)
Terjemah bebas: Telah menjadi ijma’ umat Islam atas
kewajiban untuk memelihara dan menghormati mushaf serta selainya (pen : hal2
yang mengandung ayat AlQuran). Bila seseorang muslim melemparkan mushaf kedalam
kotoran – kami berlindung dari melakukan hal itu – maka seketika itu juga dia
menjadi kafir (terhukumi murtad). Haram juga untuk menjadikan mushaf sebagai
sandaran (bantal) dan demikian juga haram menjadikan kitab2 ilmu sebagai
sandaran (bantal)
Dan disunnahkan untuk berdiri bila menerima mushaf, sebab
berdiri juga disunnahkan untuk menghormati ulama maka berdiri untuk menerima
AlQuran tentu lebih utama daripada berdiri menghormati ulama. Saya telah banyak
menybutkan dalil-dalil tentang berdiri untuk masalah berdiri ini. Dan
disampaikan kepada kita dalam Sunan Ad-Darimy riwayat sahih dari Abu Malikah
bahwasanya ‘Ikrimah bin Abi Jahal pernah menaruh mushaf diatas kepalanya sambil
berkata : Kitab Tuhanku, kitab Tuhanku ….
Kesimpulan : memang tidak mengapa untuk sementara meletakkan
AlQuran di lantai atau ditempat rendah bila ada kebutuhan semisal untuk sholat
atau untuk sujud tilawah, namun seharusnya :
(1) bagi yang hendak sholat atau sujud tilawah hendaknya
mencari tempat yang tinggi dulu sebelum akhirnya terpaksa meletakkannya di
lantai
(2) jangan meninggalkannya ditanah atau ditempat yang rendah
setelah selesai sholat dll
(3) bila anda lewat dan tahu ada AlQuran yang diletakkan di
lantai atau dibawah kaki, maka letakkanlah AlQuran tsb ketempat yang lebih
tinggi Wallahu a’lam
Pertanyaan 1 :
Saat ini banyak hp/tablet yg didalamnya ada AlQuran ? Apakah
tidak boleh meletakannya di tanah ?
Jawab :
hp/tablet bukanlah AlQuran, didalamnya ada berbagai aplikasi
lainnya semisal game, finansial, office ataupun kamera, pemutar lagu/video dll.
Tentu kita tidak akan mengatakan hp/tablet itu sebagai kamera, radio, game
console dsb. Jadi hp/tablet adalah barang tersendiri yg multiguna
Solusinya menurut saya adalah : ketika hendak meletakkan
hp/tablet di tanah pastikan applikasi AlQurannya sudah ditutup.
Demikian. Bila ada jawaban lain silahkan dibagi dengan saya …


0 komentar:
Posting Komentar